ESTROGEN & PROGRESTERON Baik estrogen maupun progesteron adalah hormon wanita.
Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur kimia
berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh
kelenjar endokrin sistem reproduksi.
Berdasarkan struktur kimia, estrogen yang digunakan dalam terapi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
- Zat steroida: Estradiol, Estron dan Estriol, derivat sintetisnya Etiestradiol, Mestranol dan Epimestrol.
- Zat non-steroida: Dietilstilbestrol, Dienestrol dan Fosfestrol.
Beberapa indikasi dari estrogen, antara lain:
- Kontrasepsi. Estrogen sintetik paling banyak digunakan untuk kontrasepsi oral dalam kombinasi dengan progestin.
- Menopause. Pada usia sekitar 45 tahun umumnya
fungsi ovarium menurun. Terapi pengganti estrogen dapat mengatasi
keluhan akibat gangguan vasomotor, antara lain hot flushes, vaginitis
atropikans dan mencegah osteoporosis.
- Vaginitis Senilis atau Atropikans. Radang pada
vagina ini sering berhubungan dengan adanya infeksi kronik pada jaringan
yang mengalami atrofi. Dalam hal ini, estrogen lebih berperan untuk
mencegah daripada mengobati.
- Osteoporosis. Keadaan ini terjadi karena
bertambahnya resorpsi tulang disertai berkurangnya pembentukan tulang.
Pemberian estrogen dapat mencegah osteoporosis berkelanjuitan atau dapat
pula diberikan estriol.
- Karsinoma Prostat. Karena estrogen menghambat
sekresi androgen secara tidak langsung maka hormon ini digunakan sebagai
terapi paliatif karsinoma prostat.
[You must be registered and logged in to see this image.]Gambar efek estrogen pada wanita Progesteron adalah hormon wanita lain dalam tubuh dengan efek progestogenik.
Progesterone bertanggung jawab pada perubahan endometrium pada paruh
kedua siklus mestruasi. Progesterone menyiapkan lapisan uterus (endometrium)
untuk penempatan telur yang telah dibuahi dan perkembangannya, da
mempertahankan uterus selama kehamilan.
Terdapat beberapa senyawa sintetik yang berefek progestogenik dan
beberapa diantaranya juga berefek androgenik atau estrogenik yang
disebut golongan progestin.
Secara kimia, progesteron dibagi menjadi 2 kelompok:
- Derivat progesteron: hidroksiprogesteron, medroksiprogesteron,
megestrol, dan didrogesteron.
- Derivat testosteron: noretisteron, tibolon, norgestrel, linestrenol,
desogestrel, gestoden dan alilestrenol.
Semua zat ini memiliki efek androgen kecuali Alilestrenol. Linestrenol,
Noretisteron dan Tibolon berefek estrogen. Norgestrel, Desogestrel
dan Gestoden memiliki efek antiestrogen yang kuat, begitu juga dengan
Noretisteron, Linestrenol, Megestrol dan Medroksiprogesteron tetapi
lebih lemah.
Progesteron memiliki khasiat sebagai berikut:
- Kontrasepsi. Beberapa derivat progestin sering dikombinasikan
dengan derivat estrogen untuk kontrasepsi oral.
- Disfungsi perdarahan rahim. Perdarahan rahim akibat gangguan
keseimbangan estrogen dan progesteron tanpa ada kelainan organik
antara lain perdarahan rahim fungsional. Untuk menghentikan perdarahan
yang berlebihan dan pengaturan siklus hadi dapat diberikan progestin
oral dosis besar.
- Nyeri haid. Pemberian kombinasi estrogen dengan progestin diindikasikan
untuk nyeri haid yang tidak dapat diatasi dengan estrogen saja.
- Endometriosis. Penyebab nyeri hebat pada endometriosis belum
jelas diketahui tapi dapat diberikan noretindron.
Walaupun hormon merupakan zat yang disintesis oleh badan dalam
keadaan normal, tidak berarti hormon bebas dari efek toksis/racun.
Pemberian hormon eksogen/ dari luar yang tidak tepat dapat menyebabkan
gangguan keseimbangan hormonal dengan segala akibatnya.
Terapi dengan hormon yang tepat hanya mungkin dilakukan bila dipahami
segala kemungkinan kaitan aksi hormon dalam tubuh penderita.
Sumber : Farmakologi dan Terapi edisi 4 (Bagian Farmakologi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia)